Saran Kesehatan | KESEHATAN | 4 months ago
5 Fakta Tentang Penyakit Akibat Virus Corona
Ketahui fakta tentang penyakit akibat virus Corona dan bantu hentikan penyebaran hoax.
29 February 2020 17:09
Text by Astri Suciati

Coronavirus adalah keluarga besar virus yang umum di banyak spesies hewan yang berbeda, termasuk unta, sapi, kucing, dan kelelawar. Jarang, virus Corona pada hewan dapat menginfeksi manusia dan kemudian menyebar di antara orang-orang seperti pada MERS-CoV, SARS-CoV, dan sekarang dengan virus baru ini (bernama SARS-CoV-2).

Virus SARS-CoV-2 adalah betacoronavirus, seperti MERS-CoV dan SARS-CoV. Ketiga virus ini berasal dari kelelawar. Pada awalnya, banyak pasien dalam wabah penyakit akibat virus Corona di Wuhan, Cina memiliki hubungan yang besar dengan pasar makanan laut dan hewan hidup, dimana menunjukkan penyebaran dari hewan-ke-orang. Kemudian, semakin banyak pasien yang dilaporkan tidak memiliki paparan ke pasar hewan, dimana ini menunjukkan penyebaran orang-ke-orang.

Untuk itu, ketahui fakta tentang penyakit akibat virus Corona 2019 atau Coronavirus disease 2019 (COVID-19) dan bantu hentikan penyebaran gosip alias hoax.


Penyakit ini bisa membuat siapa saja sakit, terlepas dari ras atau etnis mereka

Orang-orang keturunan Asia, termasuk keturunan Cina, tidak lebih mungkin untuk terinfeksi COVID-19 daripada orang dari negara lainnya. Bantu hentikan rasa takut dengan memberi tahu orang-orang bahwa menjadi keturunan Asia tidak meningkatkan peluang terjangkit atau menyebarkan COVID-19.



Risiko terkena COVID-19 di negara selain Cina saat ini rendah

Beberapa orang yang telah melakukan perjalanan ke tempat-tempat di mana banyak orang menderita COVID-19 dapat dipantau oleh petugas kesehatan untuk melindungi kesehatan mereka dan kesehatan orang lain di masyarakat.




Seseorang yang telah menyelesaikan karantina atau telah dibebaskan dari isolasi tidak menimbulkan risiko infeksi pada orang lain

Karantina berarti memisahkan seseorang atau sekelompok orang yang telah terpapar penyakit menular tetapi belum mengembangkan penyakit (gejala) dari orang lain yang belum terpapar, untuk mencegah kemungkinan penyebaran penyakit itu. Karantina biasanya dilakukan untuk masa inkubasi penyakit menular, yang merupakan rentang waktu di mana orang telah mengembangkan penyakit setelah terpapar. 

Untuk COVID-19, periode karantina adalah 14 hari dari tanggal terakhir paparan, karena 14 hari adalah periode inkubasi terpanjang yang terlihat untuk coronavirus serupa. Seseorang yang telah dibebaskan dari karantina COVID-19 tidak dianggap sebagai risiko untuk menyebarkan virus ke orang lain karena mereka belum mengembangkan penyakit selama masa inkubasi.


Anda dapat membantu menghentikan COVID-19 dengan mengetahui tanda dan gejalanya, yaitu:

Demam

Batuk

Sesak napas

Cari saran medis jika Anda telah melakukan perjalanan ke Cina dalam 14 hari terakhir dan merasa sakit. Telepon dulu sebelum Anda pergi ke dokter atau ruang gawat darurat. Beri tahu mereka tentang perjalanan terakhir Anda dan gejala-gejalanya.


Ada hal-hal sederhana yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan Anda dan orang lain

Sering-seringlah mencuci tangan dengan sabun dan air selama 20 detik, terutama setelah pergi ke kamar mandi, sebelum makan, dan setelah membuang ingus dari hidung, batuk, atau bersin.

Hindari menyentuh mata, hidung, dan mulut Anda dengan tangan yang tidak dicuci.

Tetap di rumah saat Anda sakit.

Tutupi batuk atau bersin dengan tisu, lalu buang tisu ke tempat sampah.