Atlet | INTERVIEW | 8 months ago
Olivia Gresya: Ahli Gizi Bukan Dokter Ataupun Tukang Masak Rumah Sakit!
Obrolan yang sangat berfaedah seputar nutrisi kali ini bersama Olivia Gresya, ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Karawaci.
18 October 2019 19:57
Text by Astri Suciati

Hayo, siapa yang masih suka salah kaprah dengan profesi nutrisionis alias ahli gizi? Masih banyak lho yang menganggap ahli gizi sama dengan dokter, bahkan parahnya lagi, banyak pula yang mengira pekerjaan seorang ahli gizi adalah memasak makanan di Rumah Sakit. It’s a big no!

Nah, untuk mengetahui lebih banyak perihal profesi ahli gizi yang sesungguhnya, kami berbincang dengan Olivia Gresya, seorang nutrisionis atau ahli gizi yang bertugas di Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Karawaci. Lulusan S1 Ilmu Gizi dari STIK Immanuel Bandung ini menjelaskan banyak sekali hal-hal yang perlu kita ketahui seputar dunia ahli gizi dan nutrisi itu sendiri. Menarik sekali bisa mengulik berbagai hal mengenai diet, makanan, penyakit dan bagaimana menjalani gaya hidup sehat tanpa harus menyiksa diri. 

Langsung saja simak obrolan kami dengan penyuka kopi dan apel yang hobi membaca, fotografi, dan menjajal coffee shop lokal ini.


Apa yang membuat Anda tertarik mendalami bidang diet dan nutrisi?

Ilmu gizi itu menarik. Sejujurnya dulu saat masih berada di bangku sekolah, saya tidak pernah tahu ada profesi yang berhubungan dengan ilmu gizi atau diet ini. Yang saya tahu profesi terkait kesehatan itu adalah dokter, perawat, apoteker dan beberapa profesi lainnya. 

Dulu pun saya bercita-cita untuk menjadi dokter gigi, tidak pernah terpikirkan untuk menjadi ahli gizi. Namun karena bukan rezeki dimana saya gagal masuk PTN FKG, saya pun diberi usul untuk mengambil kuliah ilmu gizi. Dan saya benar-benar baru tahu dan mengenal dunia gizi di sana. 

Dari para dosen yang juga sebagian besar menjadi ahli gizi Rumah Sakit, Puskesmas, peneliti, pangan, badan-badan pemerintahan, dan instansi-instansi lainnya, saya mengetahui bahwa kita mengonsumsi makanan dan minuman bukan hanya untuk memenuhi keinginan perut saja. Di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi mengandung zat gizi yang memiliki peranan penting untuk tubuh dan juga berdampak pada status kesehatan. Saat dikonsumsi secara berlebihan ataupun kurang dapat memberikan efek yang tidak baik. 

Asupan gizi yang kita konsumsi haruslah seimbang sesuai dengan kebutuhan dan juga dilihat dari kondisi status kesehatan tertentu. Bahkan dari asupan gizi yang mempengaruhi status kesehatan setiap manusia ini pun memiliki pengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia yang nantinya juga berdampak terhadap kondisi suatu negara. Terlihat sepele bagi beberapa orang namun memiliki dampak besar. Ilmu gizi bagaikan seni, dan ahli gizi adalah senimannya.


Apakah Anda spesialis dalam bidang tertentu? Bisa dijelaskan?

Saat ini belum. Saya berkecimpung di dunia gizi Rumah Sakit baru 1 tahun lebih dimana saya seringkali ditugaskan untuk melakukan asuhan gizi di bagian medical, surgical, dan intensif seperti isolasi, stroke and cardiac corner ataupun ICU. Dulu sebelum bekerja di Rumah Sakit pun pernah menjadi asisten peneliti untuk penelitian gizi terkait sindrom metabolik pada kegemukan anak usia sekolah. 

Dari pengalaman dan pekerjaan sebagai ahli gizi yang dimana menemukan begitu banyak kasus mulai dari masalah status gizi hingga macam-macam penyakit, saya mulai mempertimbangkan dan memilih yang akan saya ambil dan pelajari lebih mendalam lagi. Sebagian besar yang saya pilih dan pertimbangkan saat ini memang gizi terkait penyakit yang seringkali berdampak pada status gizi. Ya, saya masih harus dan terus banyak belajar.

   

Apa kesalahpahaman umum yang dimiliki orang-orang tentang pekerjaan ahli gizi?

Masih banyak masyarakat yang belum memahami dengan jelas profesi ahli gizi itu apa. Saat mendengar kata ahli gizi apalagi jika ditemui di instansi kesehatan misalnya Rumah Sakit, masih banyak yang akan mengira jika ahli gizi adalah dokter ataupun tukang masak Rumah Sakit. Orang selalu beranggapan bahwa yang ahli gizi lakukan jika menemui pasien hanya sekadar menanyakan apa pasien bisa makan, apa ada alergi makanan atau tidak. 

Itu salah besar, ahli gizi bukanlah keduanya. Ahli gizi adalah ahli gizi. Ahli gizi memiliki wewenang memberikan edukasi dan konseling gizi, melakukan asuhan gizi yang biasa disebut dengan Nutrition Care Process (NCP) atau Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) yang merupakan metode yang digunakan para ahli gizi untuk melakukan pengkajian gizi, membuat diagnosis, melakukan intervensi yang merupakan rencana dan treatment diet apa yang akan diberikan dan memantau juga mengevaluasi dari intervensi yang kita berikan. 

Masih banyak lagi mengenai tugas ahli gizi dan tertulis dengan jelas dan terperinci dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2013. Profesi kami legal. Jadi, saat kalian memiliki masalah mengenai gizi misalnya ingin menurunkan berat badan, bingung mengenai diet terkait penyakit tertentu, dan hal-hal yang berhubungan dengan gizi lainnya, menemui dan berkonsultasi dengan ahli gizi adalah jawabannya.