Atlet | INTERVIEW | 2 months ago
Asti Lukita Wardani: Manner Yang Bagus Dan Tetap Humble, Kunci Panjang Umur Di Industri Modeling
Mantan finalis Miss Indonesia 2011 Asti Lukita Wardani berbagi cerita pengalaman dan aktivitasnya di dunia modelling.
07 March 2020 15:36
Text by Astri Suciati

Perhelatan Putri Indonesia 2020 baru saja usai. Menyisakan sejumlah tugas dan tanggung jawab baru bagi pemenang ajang kontes kecantikan terbesar di Indonesia tersebut. Ngomong-ngomong soal kontes kecantikan, tentunya erat dengan dunia modelling. 

Asti Lukita Wardani, salah satu mantan finalis Putri Indonesia 2008 mewakili Jawa Timur dan juga mantan finalis Miss Indonesia 2011 mewakili Jawa Tengah membagikan banyak hal seputar pengalamannya selama berkarir di industri yang membesarkan namanya ini.

Meski saat ini sudah berkeluarga dan dikaruniai putra kembar yang lucu, namun wanita kelahiran 32 tahun lalu ini masih tetap aktif berkarir sebagai model. Lulusan S1 Manajemen Keuangan Universitas Airlangga Surabaya ini bahkan membentuk Keluarga Besar Alumni (KBA) Miss Indonesia Surabaya sebagai wadah silaturahmi antar finalis khususnya di Surabaya.

Pemilik tinggi 173 cm dan berat 53 kg yang hobi berenang dan nonton film, serta menggemari Japanese BBQ dan air kelapa muda ini mengungkapkan pandangan dan pengalamannya dalam obrolan berikut.


Ceritakan bagaimana awalnya bisa terjun di dunia modeling?

Awalnya sewaktu kecil sampai SMA saya adalah tipe orang yang penakut. Sampai suatu ketika, Mama menginginkan saya untuk menjadi lebih berani dan percaya diri.

Kemudian saya diberi pilihan untuk join di sekolah kepribadian atau sekolah modeling. Dan atas pertimbangan Mama juga yang melihat saya memiliki tinggi badan yang lumayan, akhirnya saya memutuskan untuk memilih sekolah modeling di tahun 2004.


Apa yang berubah dari diri Anda setelah mengikuti modeling (kepribadian, gaya fashion, gaya hidup dll)?

Perubahan yang signifikan pada diri saya adalah pastinya menjadi lebih percaya diri dan berani menghadapi orang banyak. Selain itu juga, terjun di dunia modeling bisa membuat saya lebih memiliki disiplin waktu karena dalam suatu pekerjaan (fashion show atau pemotretan) itu terdapat team work yang mana kita tidak bisa bekerja sendiri. 

Maka harus bisa saling menghargai waktu orang lain juga. Untuk gaya fashion saya juga menjadi lebih mengerti bagaimana cara untuk berpenampilan sesuai tempatnya. Walaupun saya juga tidak terlalu mengikuti cara untuk berpenampilan sesuai trend sekarang karena saya lebih suka style yang basic untuk penampilan sehari-hari kecuali untuk special event. 


Apa hal-hal positif dan negatif yang pernah Anda alami selama berkarir sebagai model?

Saya lebih mendapatkan hal-hal positif daripada hal negatifnya. Seperti yang saya katakan sebelumnya, dunia modeling membuat saya menjadi better person. Dunia modeling mengajari saya bagaimana bersikap dengan orang lain, belajar disiplin waktu, bagaimana berpenampilan yang baik, memperbanyak teman, hingga bagaimana mengatur keuangan. 

Untuk hal negatifnya menurut saya tergantung dari individu masing-masing. Selama kita bisa menyaring mana yang baik dan yang buruk, saya yakin kita akan terjauhkan dari hal-hal negatif. 


Kualitas apa yang perlu dimiliki agar menjadi seorang model yang baik?

Pastinya untuk menjadi model, tidak dipungkiri kita harus memiliki tinggi dan berat badan yang proporsional. Apalagi jika menjadi model catwalk, ada standard tinggi pastinya. 

Tapi selain itu saya menjunjung tinggi manner. Seorang model harus memiliki manner yang bagus. Dengan memiliki manner yang baik itu akan membuat nyaman orang yang bekerja dengan kita.