Klinik Kecantikan | REVIEW | 1 week ago
Dod’s Burger: Burger Shop Dengan Konsep Freshly Cooked, Hanya Ada Di Bali
Ada yang sudah pernah mencicipi burger dari Dod's Burger? Burger shop yang saat ini hanya ada di Bali ini punya konsep burger langsung dimasak begitu customer pesan. Jadi makanan tersaji dalam kondisi segar tanpa dihangatkan sebelumnya, yang tentunya juga mempengaruhi rasanya.
03 October 2019 21:14
Text by Astri Suciati


Burger. Siapa yang tak tahu makanan satu ini. Mulai dari pemain besar dunia macam McDonalds, Burger King, Wendy’s, Carl’s Jr dan masih banyak lagi, ditambah sejumlah resto burger lokal hingga gerai burger kaki lima, burger menjadi “makanan bule” yang kian familiar dalam menu makanan orang Indonesia.

Salah satu resto burger lokal asli Indonesia yang kami bahas kali ini adalah Dod’s Burger. Dengan tagline “The Best Handmade Fresh Burger in Bali”, resto burger yang berlokasi di Kuta dan Seminyak ini menawarkan konsep yang cukup berbeda dari kompetitornya yang sudah lebih dulu punya nama. Kalau Anda berkunjung ke sini, Anda akan disuguhi burger yang langsung dibuat dan dimasak tepat setelah Anda memesan. 

Yah, it’s ok lah sedikit menunggu, but it’s worth it, karena Anda akan mendapatkan hidangan yang masih segar, hangat dan tentunya ini berpengaruh pada rasanya, yang akan terasa lebih juicy dan nikmat. Tak percaya? Kami berkesempatan ngobrol dengan pemilik Dod’s Burger, Dody, yang berbagi banyak hal tentang burger shop yang didirikannya bersama seorang partner bisnisnya.




Bisa diceritakan sejak kapan dan bagaimana awal mula Dod's Burger didirikan dan kenapa fokus pada burger?

Kami mulai buka Dod's Burger tepatnya dua hari sebelum Natal tahun 2017. Konsepnya sendiri gak lahir begitu saja, tapi lebih seperti realisasi dari impian lama saya untuk memulai sebuah burger shop. Saya selalu punya ketertarikan dengan burger dan pasti akan mencari burger shop di mana pun saya lagi traveling. 

Saya beruntung bahwa pekerjaan saya sebelumnya di perbankan membuat saya bisa keliling dunia. Dari In-and-Out Burger di L.A, Shake Shack di New York, Mos Burger di Tokyo, hingga resto burger keluarga yang gak terhitung jumlahnya, saya sudah coba semuanya. Jadi bisa dibilang bahwa ide burger ini sebenarnya dimulai dari passion. 

Tapi baru pada pertengahan 2017 saya akhirnya mengambil tindakan berdasarkan passion ini, dan mulai berpikir serius tentang rencana bisnis untuk membuka burger shop saya sendiri. Selain melakukan sesuatu yang saya sukai, saya pengen model bisnis yang bisa diterapkan ke beberapa outlet tanpa harus bergantung pada staf tertentu, misalnya koki. 

Karena background saya di bidang keuangan dan perbankan, saya harus melakukan banyak research, dan konsultasi dengan keluarga dan teman-teman tentang ide bisnis ini. Lalu ada salah satu teman dekat saya namanya Jun, saya ketemu dia di Tokyo 10 tahun lalu, dia sudah punya pengalaman di F&B di Singapore dan Hong Kong, dia bilang pengen bergabung dengan saya sebagai partner di bisnis ini. Dari situlah ide ini menjadi kenyataan dan awal mula Dod’s Burger.


Kenapa memilih membuka outlet di Bali? Apakah Dod's Burger juga memiliki sistem franchise?

Keputusan untuk buka di Bali lagi-lagi adalah sesuatu yang terjadi dari passion pribadi saya. Setelah dari Jakarta dan pernah tinggal di belantara gedung bertingkat di Tokyo selama 15 tahun terakhir, ide untuk tinggal di pulau Bali yang damai selalu jadi sesuatu yang saya impikan selama bertahun-tahun. Sebelum buka Dod's Burger, saya sudah sering ke Bali berkali-kali sebagai turis dan benar-benar suka dengan pantai, atmosfer, dan budaya pulau ini. Kalau kita pergi ke bagian utara atau timur Bali, kita bisa ketemu sawah yang sangat luas, dan pegunungan yang masih belum tersentuh oleh mass tourism.

Tapi keputusan bisnis untuk buka di Bali gak murni karena alasan emosional. Kami juga melalui proses penelitian di pasaran, mengidentifikasi pesaing kami serta kesenjangan pasar. Dan kami menemukan celah pasar yang besar di Bali dalam hal burger. Kami menemukan bahwa ada pasar yang belum terlayani dan belum dimanfaatkan untuk para penggemar burger, orang-orang yang tahu burger, dan yang mencari sesuatu selain burger yang sudah terkenal seperti McDonalds atau Burger King.

Saya merasa bahwa model franchise itu bukan sesuatu yang harus dilakukan buru-buru, terutama ketika kita baru saja punya brand kita sendiri. Ya memang model franchise bisa membuka potensi untuk pertumbuhan bisnis yang cepat, tapi juga bisa bikin brand kita terkena segala jenis risiko yang bisa merusak brand yang lagi kita coba bangun. Kalau untuk Dod's Burger, ya untungnya kami ada di posisi sekarang di mana kami terbuka untuk franchise partnership. Kalau ada yang tertarik untuk jadi partner kami, silakan hubungi kami melalui situs web kami.


Siapa saja target market Dod's Burger?

Kami gak menargetkan kelompok orang tertentu. Laki-laki, perempuan, muda, tua, atau apa saja silakan untuk mencoba burger kami. Tapi secara statistik sebagian besar customer kami adalah solo traveler, pasangan muda, atau keluarga dengan anak-anak mereka yang masih kecil. Dan mayoritas customer kami adalah wisatawan dari Australia, Eropa, Amerika Utara, Jepang, dan India.