Atlet | INTERVIEW | 3 months ago
Septyadi Akbar: Yoga Tak Melulu Identik Dengan Olahraga Wanita
Pelatih yoga Septyadi Akbar sangat menikmati yoga dan mengungkapkan berbagai hal tentang olahraga tersebut yang menurutnya justru laki banget.
29 March 2020 15:59
Text by Astri Suciati

Bicara tentang yoga biasanya yang terbersit di kepala adalah olahraga yang mengandalkan fleksibilitas, kelenturan, fokus, dan zen. Tak salah memang, karena faktor-faktor ini semuanya terdapat dalam yoga. Ada satu hal lagi yang hingga kini masih melekat identik dengan yoga, yaitu olahraganya kaum wanita.

Salah satu pelatih yoga, Septyadi Akbar, mematahkan anggapan tersebut. Sebagai seorang lelaki, ia sangat menikmati berbagai gerakan yoga yang menurutnya banyak membutuhkan kekuatan. Selain aktif mengajar vinyasa yoga dan berlatih inside flow, Akbar juga seorang talent, kreator konten dan editor dari channel YouTube pribadinya yang berisi ragam gerakan dan pose yoga untuk berbagai manfaat kesehatan. 

Lulusan S1 Ilmu Komunikasi yang juga hobi renang, membaca, mendengarkan musik dan menonton film ini berbagi banyak hal seputar yoga yang wajib kita ketahui. Simak yuk obrolan dengannya berikut ini.


Kapan dan bagaimana awalnya tertarik dengan yoga? Apa yang paling disukai dari mempraktekkan yoga?

Mulai tertarik dengan yoga sejak tahun 2016 dan kebetulan waktu itu ikut kelas yoga di salah satu gym besar di Indonesia. Suka dengan yoga karena tiap-tiap kelas yoga berbeda-beda style-nya, beda guru beda pula sequence / urutan gerakannya.


Lalu bagaimana hingga akhirnya bisa mengajar yoga? Apa yang paling disukai dari mengajar yoga?

Awalnya saya mengajar program Body Balance dulu, yaitu salah satu program Les Mills (salah satu penyedia program grup fitness terbesar di dunia). Program Body Balance sendiri merupakan program gabungan dari taichi, yoga, dan juga pilates, gerakannya diiringi dengan lagu, pada beberapa gerakan ada yang ditahan sesuai dengan koreografinya. 

Nah dari mengajar Body Balance itu saya sadar bahwa sedikit sekali pengetahuan saya soal yoga, akhirnya saya mulai memperdalam yoga sampai akhirnya mengikuti teacher training yoga. Gak disangka malah sekarang lebih enjoy memperdalam yoga.

Yang disukai dari mengajar yoga adalah, kita bisa mengenal berbagai macam tubuh orang dari kekurangan sampai dengan kelebihannya. Dan itu tentunya menjadi pelajaran / bekal sendiri untuk kita ke depannya.


Apa tantangan terbesar dalam diri yang mampu Anda atasi karena yoga?

Kurang bersabar. Itu menjadi tantangan terbesar sendiri untuk saya. Di yoga, semua tentang proses, tidak ada yang instan, sabar. Melalui yoga juga, kita diajak mengenal diri kita sendiri, kekurangan dan kelebihannya, sehingga pada saat berlatih kita tidak terburu-buru dan tidak memaksakan diri.