Atlet | INTERVIEW | 1 month ago
Zeline Prabowo Dan Nostalgia Pekerjaan Pertamanya Di Ranah Modeling
Zeline Prabowo adalah salah satu model Indonesia yang mengawali karirnya dari ketidaksengajaan. Sejak saat itu sosoknya mulai wara-wiri di panggung runway, di berbagai editorial majalah fashion serta print ad campaign.
21 October 2019 20:40
Text by Astri Suciati

Kaum pemerhati fashion & modelling mungkin tak asing dengan sosok dan wajah seorang Zeline Prabowo. Meski masih terbilang belum lama di industri pertunjukan ini, model 24 tahun bertinggi 173 cm dan berat 45 kg ini mulai memasuki jajaran model bergengsi tanah air dengan sering muncul di berbagai majalah fashion papan atas dan juga peragaan busana para desainer kenamaan.

Saat ini Zeline tergabung dalam dua agency model yaitu Wynn Models dan juga salah satu agency model di Singapura, Ave Management. Hal itu membuat sarjana S1 Ilmu Komunikasi ini kerap mondar-mandir antara dua negara. Namun itu tak jadi masalah baginya, justru ia merasa mendapat kesempatan bekerja dengan agency tersebut adalah hal yang paling membanggakan.

Penggemar serial komedi, karaoke dan dancing ini bercerita tentang awal karirnya di dunia modeling, betapa senangnya ia saat mendapat bayaran pertamanya sebagai model, dan berbagai sudut pandangnya mengenai industri yang ia geluti ini. Penyuka french fries, Samyang noodle, dimsum dan jus jeruk dengan potongan buah-buahan segar ini mengungkapkannya seperti berikut ini.


Ceritakan dong sejak kapan dan bagaimana awalnya kamu bisa terjun ke dunia modeling?

Tahun 2013 akhir dan melalui teman! Jujur aja aku nggak ada intensi sama sekali ke dunia modelling sampai teman aku yang sedang merintis jadi desainer suka sama look aku yang kurus dan terbangin aku ke Semarang untuk his debut wedding show and also my first ever catwalk. Dari situ teman aku yang lain ngajakin buat portfolio bareng, aku inget banget per orang bayar 500 ribu. Akhirnya dari portfolio itu teman aku kenalin aku ke agency pertama aku which is The A Team.

 

Masih ingat dan bisa diceritakan juga apa job modeling pertama kamu?

Litany campaign SS14 dengan fotografer Luki Ali, styling by Andhika Dharmapermana, makeup and hairdo by Rommy Andreas. Saat itu mereka kasih cash dan saking senengnya aku langsung isi full-tank bensin mobil aku selesai photoshoot. Hahaha…

 

Sering bekerja dengan desainer ternama, apakah kamu pernah merasa gugup sebelum show dan bagaimana cara kamu mengatasi perasaan tersebut?

Gugup pasti. Justru kalo nggak gugup, rasanya aneh banget. Karena aku suka ngobrol, aku akan alihkan pikiranku dengan ngajak ngobrol siapapun yang ada di backstage.



Zeline dalam Zalora BIG SALE Campaign 2019.


Seperti apa kamu menggambarkan personal style kamu? Ada yang berubah setelah menjadi model?

Ini bener-bener pertanyaan yang selalu sulit aku jawab. I wanna say classic with a lil bit of twist tapi style aku berubah-ubah tergantung mood. Dan ya berubah banget, dulu aku gak peduli dengan style dan selalu tabrak warna sampai gak banget. Sekarang karena referensi bertambah jadinya lebih aware akan mana yang cocok dan tidak.

 

Apa pencapaian dalam dunia model yang paling membanggakan buat kamu sejauh ini?

Dapat kontrak dari salah satu agency ternama Ave di Singapura. 

 

Siapa yang menjadi inspirasimu di industri ini dan siapa yang paling berjasa dalam mendukung karir modelingmu?

Aku bingung mau sebutin semua gimana. Yang pasti orang-orang yang berada di agency lamaku: Ali Luki, Andhika Dharmapermana, Naomi Peritz, Rommy Andreas dan Tengku Arshya.  



Merayakan ulang tahun Zelene, sang adik tercinta.


Dunia model identik dengan glamor dan high class. Bagaimana cara kamu atau apa yang membuatmu untuk tetap down to earth?

Selalu ingat dari mana aku berasal. As simple as lihat foto-foto jaman dulu waktu SMA, foto bareng keluarga dan teman-teman. Dan salah satu lagi yang paling ampuh adalah curhat melalui telepon dengan salah satu dari mereka. 

 

Perubahan apa yang kamu lihat di industri modeling saat ini bila dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya?

Aku lebih mengenal diri aku sendiri. Bisa membedakan yang mana yang Zeline mau atau butuh lakukan. Berani berkata tidak dengan sopan. Dan, yaa sekarang aku ngerti kenapa mama dulu gak setuju aku modelling ke luar negeri. Hahaha… karena fondasi dasarku dulu belum kuat, beda banget sama sekarang. 

Dulu aku suka stress mikirin masa depan, sekarang aku jadi orang yang bisa pasrah kepada Tuhan dan janji-janjiNya. Semua sesuai dengan waktuNya. Aku juga jadi lebih fokus untuk berkompetisi dengan diriku sendiri dan gak mikirin apa kata orang.