Advina Ratnaningsih: Kecantikan Perempuan Indonesia Itu Sangat Beragam, Tidak Bisa Dikategorikan Di Batasan Tertentu

Advina Ratnaningsih: Kecantikan Perempuan Indonesia Itu Sangat Beragam, Tidak Bisa Dikategorikan Di Batasan Tertentu

Bagi model senior berwajah eksotis Advina Ratnaningsih, semua perempuan itu cantik, tidak ada yang jelek. Ia bersyukur bahwa kini dunia permodelan di Indonesia semakin beragam, tak hanya didominasi oleh satu definisi cantik saja.

Salah satu model tanah air berparas ayu khas Indonesia, Advina Ratnaningsih sudah malang-melintang di kancah modelling selama 15 tahun. Panggung catwalk dan photoshoot di dalam maupun luar negeri sudah khatam dijalani. Bahkan ia pernah melenggang di pagelaran bergengsi Milan Fashion Week 2014 dan juga memperagakan koleksi BaliJava by Denny Wirawan di Fashion Gallery New York Fashion Week 2016.

Selain modelling, Advina juga seorang yang gemar berpetualang saat traveling. Kegemarannya yang berpadu dengan hobinya yang lain yaitu fotografi dan menulis, menjadikannya sosok yang peduli terhadap kelestarian alam dari tempat-tempat wisata yang dikunjunginya. Wanita kelahiran 36 tahun lalu ini membagikan tulisan dan hasil jepretannya yang indah di website pribadinya www.advinaratnaningsih.com.

Sebagai salah satu model berkulit gelap, lulusan S1 Jurusan Filsafat dari Universitas Indonesia ini sempat merasakan penolakan di awal karirnya hanya karena warna kulitnya tak sesuai dengan harapan klien. Namun seiring makin berkembangnya keberagaman di industri modelling, memiliki kulit sawo matang justru menjadi berkah tersendiri bagi pemilik tinggi 177 cm dan berat 58 kg ini.

Terbukti ia pernah menjadi brand ambassador dan model brand kosmetik Sari Ayu – Papua Edition, ikon untuk Kuningan City Mall, Hotel Indigo, Uniqlo Indonesia Spring/Summer 2020, belum lagi menjadi beberapa ikon untuk desainer-desainer Indonesia lainnya. Penyuka cokelat dan air kelapa muda ini berbagi cerita tentang karir, pengalaman dan harapannya di dunia modeling dalam obrolan berikut ini.

Bisa diceritakan bagaimana perjalanan karir modeling Anda dimulai?

Kalau dibilang awalnya banget, karena dulu aku waktu itu iseng kirim formulir untuk Elite Model Look dan alhamdulillah masuk ke finalis Nasional. Waktu itu seangkatan sama Fahrani, Naila Alatas dll. Dan tahun berikutnya juga terpilih sebagai finalis Cover Girl Aneka Yes! Tapi modeling saat itu vakum karena harus selesaikan sekolah (waktu itu sedang tinggal di Purwokerto).

Begitu keterima kuliah di UI Depok, mama menyarankan untuk ikut sekolah modelingnya Adjie Notonegoro namanya Flash Fashion Model. Semenjak itu dikontrak oleh Mas Adjie under Flash Management. Dan pada akhirnya di tahun 2005, masuk menjadi Finalis Wajah Femina, dan karir modeling berlanjut dari situ.

Apa job pertama di industri ini?

Waktu itu job pertamaku adalah foto untuk bukunya Mas Irsan.

Apa job modeling paling favorit sejauh ini dan kenapa?

Kalau dibilang favorit, sebenernya banyak banget sih dan beragam. Jadi gak bisa disebutin. Tapi in general, paling suka kalau untuk show, jalan untuk show tunggal designer, dan kalau untuk foto, ketika di-make up yang aku terlihat sangat beda atau berbagai macam karakter sesuai tema yang bisa ditampilkan.

Sebagai model dengan kulit gelap, apa plus minus yang pernah Anda rasakan?

Untuk masa sekarang kulit gelap itu lebih diapresiasi. Kalau dulu awal-awal modeling agak susah karena memang ada beberapa klien ingin model-modelnya itu berkulit putih. Sempat beberapa kali di-cancel hanya karena ternyata aku berkulit gelap dan dibilangnya kurang masuk dengan baju mereka.

Tapi plusnya, dulu awal modeling, model berkulit gelap sedikit jumlahnya, jadi memang karakter kita yang berkulit gelap lebih menonjol. Tapi seneng banget sekarang ini banyak banget model-model baru yang kulitnya gelap, jadi membuat diversity di modeling Indonesia.

Foto: Dok. Advina Ratnaningsih

“Embrace every moment, listen to your heart, and be you.”

Kalau punya kesempatan, apa hal yang ingin Anda ubah dari industri modeling tanah air?

Apa yang ingin aku ubah di dunia modeling Indonesia? Mungkin lebih ke stigma bahwa perempuan yang cantik itu harus berkulit putih, langsing, dan rambut panjang. Padahal kita adalah negara Indonesia yang punya berbagai macam suku, dimana kecantikan perempuan Indonesia gak bisa dikategorikan di batasan tertentu.

Mungkin untuk di dunia fashion Indonesia, stigma itu udah gak terlalu berlaku, tetapi untuk di dunia komersil (iklan dll) aku lihat masih ada, misalnya seperti iklan pelembab, pemutih wajah / kulit, atau iklan shampoo yang melulu talent-nya berambut lurus, atau juga main talent selalu yang terlihat kurus / langsing. Kecantikan perempuan Indonesia itu sangat beragam, dan pada intinya, semua perempuan itu cantik, tidak ada yang jelek.

Apa saja realita sesungguhnya dalam pekerjaan seorang model yang tak banyak orang tahu? 

Kalau orang-orang melihat dunia kita sebagai dunia yang glamour, yang selalu terlihat mewah, gampang dan enak untuk dilakukan, tetapi sebenarnya kebanyakan jauh dari itu. Di balik kemewahan yang tampak dan bias itu, ada kami orang normal yang memang melakukan pekerjaan kami sebagai model, yang memang diharuskan untuk menunjukkan ke publik bahwa brand / baju / produk itu bisa untuk dipakai oleh orang lain. Tak semuanya yang terlihat itu seperti apa yang orang pikirkan.

Misalnya seperti fashion week, kita harus bangun subuh untuk beberapa rehearsal, standby seharian di tempat show untuk make up dan menunggu saat show tiba, dan sering juga show dimulai telat. Tetapi ketika saat show tiba kita harus menjaga mood supaya raut muka atau cara jalan kita tetap seperti saat rehearsal. Belum lagi jika ada baju yang kepanjangan, sepatu yang agak susah dipakai enak ketika jalan, ataupun ketika stage-nya licin.

Sedangkan dalam foto, kita harus menampilkan sebaik mungkin yang terbaik dari kita untuk mendapatkan karakter dari tema yang dipilih walaupun itu jauh dari karakter asli kita. Begitu juga dengan video, kadang kita harus akting untuk mengikuti mood board dari mereka. Belum lagi menghadapi klien yang rewel ingin mengulang beberapa scene ini itu dll. Butuh kesabaran, kemauan belajar dan fokus untuk menjalani dunia modeling ini.

Saat sedang tidak sibuk dengan modeling, apa hal-hal favorit yang Anda lakukan?

Biasanya sebisa mungkin aku traveling. Tapi kalau lagi gak bisa ke mana-mana biasanya lebih memilih tidur atau quality time bareng keluarga / sahabat.

Pernah terpikirkan profesi lain kalau seandainya Anda tidak jadi model atau kalau suatu saat Anda harus meninggalkan dunia modeling?

Menjadi photographer, writer, atau photojournalist.

Foto: Dok. Advina Ratnaningsih

Apakah saat ini masih kerja bareng Ivan Gunawan? Pelajaran apa yang bisa Anda ambil dari seorang Ivan Gunawan?

Kebetulan per Januari aku udah gak kerja sama kak Ivan. Bekerja sama kak Ivan itu aku belajar banyak sekali hal. Dia orangnya sangat full stamina dan sangat ulet dalam bekerja.

Aku belajar untuk bekerja di dalam teamwork yang solid. Kalau biasanya aku hanya jalan sebagai model, sekarang aku tau bagaimana ribetnya persiapan sebuah fashion show dimulai dari desain, pemilihan model, fitting, tech meeting sampai persiapan pada hari H fashion show itu. Selain itu kegigihannya dia dalam bekerja, entertainment ataupun fashion, aku belajar banyak dari situ.

Apa pilihan favorit Anda untuk hal-hal berikut ini?

Camilan: granola bar dan coklat.

Destinasi untuk traveling: Jepang, Europe dan New Zealand.

Parfum: Narcisso Rodriguez dan Elie Saab.

Desainer: Alexander McQueen.

Fotografer: Chris Burkard (travel photographer).

Kosmetik / beauty care yang selalu ada di tas Anda: Biore UV Aqua Rich, Lucas Papaw, Hand Cream Loccitane, YSL Lip Stain.

Beli produk Biore Lotion UV Aqua Rich di Orami Beli produk Loccitane Shea Butter Hand Cream di Bukalapak
Beli produk Lucas Papaw Ointment di Lazada Beli produk Loccitane Shea Butter Hand Cream di Lazada
Beli produk Lucas Papaw Ointment di Bukalapak Beli produk YSL Tatouage Couture Liquid Matte Lip Stain di Bukalapak

Apa saja rutinitas perawatan kecantikan seorang Advina dan juga olahraga untuk menjaga kebugaran?

Perawatan kecantikan: aku kurang suka lama-lama ke salon, jadi kalau pergi pasti sekaligus perawatan seperti scrub tubuh, facial, hair spa, meni pedi 1-2 bulan sekali. Body massage 2 minggu sekali.

Kalau olahraga sebisa mungkin setiap hari tapi kalau lagi padat jadwalnya 3-4x seminggu. Biasanya cardio (body combat atau sekarang lagi coba F45), dan yoga atau pilates. Tapi hiking ke gunung itu juga salah satu olahraga aku sekaligus traveling.

Apa saran yang bisa Anda bagikan untuk para model baru atau calon model di luar sana? 

Supaya mereka lebih mendalami karakter mereka dan just be themselves. Jangan meniru orang lain. Kalau memang ada yang mereka idolakan, dijadikan role model aja. Tetapi cari karakter sendiri untuk ditonjolkan.

Selain itu kalau misalnya terasa gagal dalam satu hal, jangan merasa capek, terus mencoba sampai tercapai hasil yang diinginkan. Selain itu jaga hubungan baik dengan orang-orang yang ada di lingkungan pekerjaan. Dan berperilaku baik ke semua orang siapapun itu.

Eksotisme Advina bisa dijelajahi di akun Instagram pribadinya @advinadvina.