Olivia Gresya: Ahli Gizi Bukan Dokter Ataupun Tukang Masak Rumah Sakit!

Olivia Gresya: Ahli Gizi Bukan Dokter Ataupun Tukang Masak Rumah Sakit!

Obrolan yang sangat berfaedah seputar nutrisi kali ini bersama Olivia Gresya, ahli gizi dari Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Karawaci.

Hayo, siapa yang masih suka salah kaprah dengan profesi nutrisionis alias ahli gizi? Masih banyak lho yang menganggap ahli gizi sama dengan dokter, bahkan parahnya lagi, banyak pula yang mengira pekerjaan seorang ahli gizi adalah memasak makanan di Rumah Sakit. It’s a big no!

Nah, untuk mengetahui lebih banyak perihal profesi ahli gizi yang sesungguhnya, kami berbincang dengan Olivia Gresya, seorang nutrisionis atau ahli gizi yang bertugas di Rumah Sakit Umum Siloam Lippo Karawaci. Lulusan S1 Ilmu Gizi dari STIK Immanuel Bandung ini menjelaskan banyak sekali hal-hal yang perlu kita ketahui seputar dunia ahli gizi dan nutrisi itu sendiri. Menarik sekali bisa mengulik berbagai hal mengenai diet, makanan, penyakit dan bagaimana menjalani gaya hidup sehat tanpa harus menyiksa diri.

Langsung saja simak obrolan kami dengan penyuka kopi dan apel yang hobi membaca, fotografi, dan menjajal coffee shop lokal ini.

Apa yang membuat Anda tertarik mendalami bidang diet dan nutrisi?

Ilmu gizi itu menarik. Sejujurnya dulu saat masih berada di bangku sekolah, saya tidak pernah tahu ada profesi yang berhubungan dengan ilmu gizi atau diet ini. Yang saya tahu profesi terkait kesehatan itu adalah dokter, perawat, apoteker dan beberapa profesi lainnya.

Dulu pun saya bercita-cita untuk menjadi dokter gigi, tidak pernah terpikirkan untuk menjadi ahli gizi. Namun karena bukan rezeki dimana saya gagal masuk PTN FKG, saya pun diberi usul untuk mengambil kuliah ilmu gizi. Dan saya benar-benar baru tahu dan mengenal dunia gizi di sana.

Dari para dosen yang juga sebagian besar menjadi ahli gizi Rumah Sakit, Puskesmas, peneliti, pangan, badan-badan pemerintahan, dan instansi-instansi lainnya, saya mengetahui bahwa kita mengonsumsi makanan dan minuman bukan hanya untuk memenuhi keinginan perut saja. Di dalam makanan dan minuman yang kita konsumsi mengandung zat gizi yang memiliki peranan penting untuk tubuh dan juga berdampak pada status kesehatan. Saat dikonsumsi secara berlebihan ataupun kurang dapat memberikan efek yang tidak baik.

Asupan gizi yang kita konsumsi haruslah seimbang sesuai dengan kebutuhan dan juga dilihat dari kondisi status kesehatan tertentu. Bahkan dari asupan gizi yang mempengaruhi status kesehatan setiap manusia ini pun memiliki pengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia yang nantinya juga berdampak terhadap kondisi suatu negara. Terlihat sepele bagi beberapa orang namun memiliki dampak besar. Ilmu gizi bagaikan seni, dan ahli gizi adalah senimannya.

Apakah Anda spesialis dalam bidang tertentu? Bisa dijelaskan?

Saat ini belum. Saya berkecimpung di dunia gizi Rumah Sakit baru 1 tahun lebih dimana saya seringkali ditugaskan untuk melakukan asuhan gizi di bagian medical, surgical, dan intensif seperti isolasi, stroke and cardiac corner ataupun ICU. Dulu sebelum bekerja di Rumah Sakit pun pernah menjadi asisten peneliti untuk penelitian gizi terkait sindrom metabolik pada kegemukan anak usia sekolah.

Dari pengalaman dan pekerjaan sebagai ahli gizi yang dimana menemukan begitu banyak kasus mulai dari masalah status gizi hingga macam-macam penyakit, saya mulai mempertimbangkan dan memilih yang akan saya ambil dan pelajari lebih mendalam lagi. Sebagian besar yang saya pilih dan pertimbangkan saat ini memang gizi terkait penyakit yang seringkali berdampak pada status gizi. Ya, saya masih harus dan terus banyak belajar.

Apa kesalahpahaman umum yang dimiliki orang-orang tentang pekerjaan ahli gizi?

Masih banyak masyarakat yang belum memahami dengan jelas profesi ahli gizi itu apa. Saat mendengar kata ahli gizi apalagi jika ditemui di instansi kesehatan misalnya Rumah Sakit, masih banyak yang akan mengira jika ahli gizi adalah dokter ataupun tukang masak Rumah Sakit. Orang selalu beranggapan bahwa yang ahli gizi lakukan jika menemui pasien hanya sekadar menanyakan apa pasien bisa makan, apa ada alergi makanan atau tidak.

Itu salah besar, ahli gizi bukanlah keduanya. Ahli gizi adalah ahli gizi. Ahli gizi memiliki wewenang memberikan edukasi dan konseling gizi, melakukan asuhan gizi yang biasa disebut dengan Nutrition Care Process (NCP) atau Proses Asuhan Gizi Terstandar (PAGT) yang merupakan metode yang digunakan para ahli gizi untuk melakukan pengkajian gizi, membuat diagnosis, melakukan intervensi yang merupakan rencana dan treatment diet apa yang akan diberikan dan memantau juga mengevaluasi dari intervensi yang kita berikan.

Masih banyak lagi mengenai tugas ahli gizi dan tertulis dengan jelas dan terperinci dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2013. Profesi kami legal. Jadi, saat kalian memiliki masalah mengenai gizi misalnya ingin menurunkan berat badan, bingung mengenai diet terkait penyakit tertentu, dan hal-hal yang berhubungan dengan gizi lainnya, menemui dan berkonsultasi dengan ahli gizi adalah jawabannya.

“Don’t call me a doctor, because I’m nutritionist. We aren’t the food police. You won’t get handcuffed to diets.”

Adakah alasan atau kondisi khusus terkait diet yang mengharuskan seseorang untuk menemui nutrisionis daripada berkonsultasi dengan dokter umum? 

Dokter berfokus pada diagnosis medis dan pengobatan suatu penyakit pasien. Dan ahli gizi memberikan treatment terkait makanan atau diet apa dan juga tepat sesuai diagnosis medis atau penyakit pasien untuk mendukung penyembuhan pasien juga menjaga status kesehatannya. Dokter dan ahli gizi memiliki perannya masing-masing dalam hal ini.

Perannya berbeda, namun saling mendukung satu sama lain. Jadi saat seorang pasien atau klien yang memiliki alasan atau kondisi khusus terkait diet, sudah pasti pasien atau klien tersebut sebaiknya berkonsultasi dengan seorang ahli gizi karena itu merupakan perannya.

Bagaimana cara Anda melakukan pendekatan mengenai masalah kesehatan yang berasal dari pilihan gaya hidup versus masalah kesehatan yang berasal dari genetika / keturunan?

Saya selalu mengatakan pada pasien-pasien saya bahwa jangan pernah menyalahkan genetik. Genetik memiliki pengaruh, namun tidaklah besar, hanya sedikit. Hal yang paling mempengaruhi masalah kesehatan adalah gaya hidup.

Dan caranya adalah melalui edukasi secara langsung. Selain melakukan edukasi secara langsung, kadang saya melakukan sharing di media sosial Instagram dengan mengunggahnya di Snapgram dan me-repost-nya kembali di akun kedua yang memang dikhususkan untuk sharing informasi terkait gizi, walaupun belum sering namun semoga bermanfaat bagi yang membacanya.

Bicara penyakit populer seperti hipertensi, stroke, kolesterol tinggi, diabetes, dll. Adakah perbedaan metode yang Anda gunakan dalam menangani pasien untuk masing-masing kasus? 

Sudah pasti berbeda. Setiap penyakit tersebut masing-masing memiliki tujuan diet, syarat diet dan jenis makanan yang dianjurkan maupun tidak dianjurkan. Misalnya, seseorang dengan hipertensi diberikan diet rendah garam untuk menurunkan tekanan darahnya.

Seseorang dengan diabetes mellitus diberikan treatment gizi diet diabetes mellitus dengan energi yang cukup dan memperhatikan asupan jenis karbohidrat yang dimana dianjurkan mengonsumsi karbohidrat kompleks. Begitupun dengan penyakit-penyakit lain seperti kolesterol tinggi, stroke, gagal ginjal akut ataupun kronis, penyakit jantung pun memiliki perbedaan metodenya masing-masing. Jadi, saat siapapun yang memiliki penyakit-penyakit tersebut, silakan konsultasikan dengan ahli gizi terkait treatment diet apa yang tepat.

Kopi dan fotografi, dua kegemaran Olivia di luar bidang nutrisi.

Apakah Anda percaya bahwa makanan idealnya harus menjadi satu-satunya sumber pengobatan kita?

Makanan bukanlah satu-satunya sumber pengobatan. Ada hal-hal lain yang perlu diperhatikan saat menjalani pengobatan yaitu treatment medis berupa obat-obatan sesuai dengan anjuran dokter dan diagnosisnya didukung asupan makanan yang bergizi seimbang, istirahat yang cukup dan manajemen stress.

Bagaimana cara mengetahui perbedaan antara sensitivitas makanan dan alergi makanan?

Sensitivitas atau intoleransi makanan memiliki gejala pada saluran pencernaan seperti kembung, diare, sembelit, kram, sampai mual. Alergi makanan adalah reaksi sistem kekebalan tubuh terhadap makanan yang masuk. Gejala yang muncul yaitu reaksi kulit, sesak napas, pusing, gangguan pencernaan, hingga kematian. Untuk mengetahui lebih pasti, dapat diperiksakan ke dokter.

Kita sering membaca berita tentang makanan yang tidak baik untuk kita konsumsi tapi di lain waktu saat kita membaca lagi ternyata itu baik untuk kita. Bagaimana menentukan mana yang harus kita percayai?

Saat membaca berita tersebut perhatikan, apakah pemaparan tersebut disertai penelitian-penelitian yang mendukung. Lalu siapa yang memberikan penjelasan dan apa profesi dari narasumber tersebut, apakah ahlinya atau bukan. Jika masih bingung, dapat ditanyakan secara langsung kepada ahli gizi baik di Rumah Sakit, Puskesmas, bahkan sekarang ahli gizi dapat ditemui di pusat kebugaran mengingat ilmu gizi tidak hanya terkait medis, masyarakat ataupun pangan tetapi mulai berkembang di bidang olahraga dan kebugaran.

Kalaupun tidak ditemui secara langsung, profesi kami kini dapat ditemui di media sosial baik personal maupun dalam bentuk tim. Dan sekilas info, ahli gizi adalah seseorang yang menempuh pendidikan ilmu gizi baik D3 (Technical Registered Dietitian atau TRD), D4 atau S1 (Nutritionist Registered atau NR), profesi dietitian (Registered Dietitian atau RD), ataupun yang sudah bergelar master bahkan doktor (S3) atapun professor. Jadi, silakan tanyakan, semoga kami bisa membantu.

“Fruits are pure gifts from Mother Nature and the most natural way to heal your body and make yourself whole again – and don’t forget vegetable too.”

Sebagai seorang nutrisionis, apakah Anda selalu mengonsumsi makanan sehat bergizi setiap hari? Apa saja contohnya? Juga bagaimana dengan menjaga kebugaran, olahraga apa yang Anda lakukan dan seberapa sering?

Tidak selalu. Hahaha… Apalagi saat momen-momen tertentu seperti liburan, lebaran, atau saat hangout nongki-nongki bareng teman.

Walaupun sebagai seorang ahli gizi, saya tidak sesuci itu. Namun ingat untuk tidak berlebihan, sportif dengan diri sendiri. Di luar waktu-waktu tersebut, saya selalu berusaha mengonsumsi makanan sesuai dengan gizi seimbang.

Mengonsumsi sumber serat baik dari sayuran maupun buah-buahan. Tidak berlebihan dalam hal mengonsumsi makanan yang terlalu berminyak dan berlemak, terlalu asin dan manis. Sebagai anak rantau dan anak kosan, diusahakan untuk memasak sendiri karena dengan memasak sendiri kita dapat mengetahui dengan pasti apa saja bahan yang digunakan dan apa saja yang terkandung di dalamnya sehingga saya dapat mengatur asupan gizi saya. Untuk kopi pun, secara bertahap mulai mengurangi penggunaan gula dan pemanis lainnya.

Untuk olahraga yang paling sering dilakukan adalah jogging minimal 1 minggu sekali. Seringkali juga mengikuti kelas yoga dan aerobik ataupun zumba. Untuk menambah aktivitas fisik, saya sering menggunakan tangga untuk naik atau turun di Rumah Sakit dibandingkan lift saat bekerja walaupun kadang ada yang bilang saya aneh dan tidak memanfaatkan fasilitas yang ada, tapi untuk meningkatkan kebugaran tubuh, kenapa tidak. Hehe…

Berapa lama proses yang dibutuhkan agar kita bisa mendapatkan hasil dari perubahan gaya hidup yang lebih sehat terutama dalam hal makanan? 

Seberapa lama tergantung seberapa lama kalian konsisten dalam menjalani hidup sehat terutama dalam hal makanan. Saat kalian konsisten, hasilnya pun akan terasa. Nikmati prosesnya, lakukan dengan senang dan bahagia. Semakin konsisten, hasilnya pun akan terus terasa.

Apa saran yang bisa Anda bagikan kepada pembaca kami untuk menjalani gaya hidup seperti biasa tapi sambil mempertahankan diet yang sehat?  

Enjoy your diet. Your body is yours. Jangan jadikan pola makan sehat sebagai hal yang membuatmu tertekan dan akhirnya menjadi stress.

Pola makan dan diet sehat bukan membatasi bahkan menghilangkan beberapa jenis makanan atau sumber zat gizi secara ekstrem sehingga membuatmu menderita secara fisik dan batin. Pola makan sehat dengan gizi seimbang adalah kuncinya. Jangan lupa berolahraga, tidur yang cukup, dan kendalikan stress dengan baik, juga selalu bahagia. If you don’t take care of your body, where are you going to live?

Aktivitas dan tips seputar nutrisi dari Olivia Gresya bisa disimak di akun Instagramnya @oliviagresya dan juga di akun keduanya @ogreynutrition.